Selamat datang di website kami..
Hypnotherapy adalah cara yang paling efektif untuk melakukan perubahan kearah yang lebih positif, perubahan yang bermanfaat untuk hidup Anda.
Pola perilaku lama yang tidak diinginkan, seperti merokok, kecanduan obesitas, dan fobia, dapat dirubah dan diganti dengan pola perilaku baru yang lebih positif.
Masalah kesehatan seperti stres, migrain, insomnia, Alergi, dan masalah lainnya dapat dibantu penyembuhannya dengan hipnoterapi.
Selain itu hipnoterapi juga dapat membantu untuk meningkatkan kebiasaan positif untuk memperbaiki hidup, seperti rasa percaya diri meningkat, tingkat keberhasilan & kebahagiaan, meningkatkan konsentrasi belajar, meningkatkan kemampuan olahraga, mengurangi tingkat stres, dan lain-lain.
Miracle Hypnotherapy Clinic adalah pusat layanan Hipnoterapi professional yang telah berpengalaman dan telah menangani dan menyembuhkan ratusan klien yang mengalami penyakit psikis.
Miracle Hypnotherapy Clinic beralamat di:
1. Jl. Taman Radio Dalam VII No: 39 Kebayoran Baru – Jakarta Selatan
2. Jl. Tegalan I No: 27 Palmeriam, Matraman – Jakarta Timur
Untuk Informasi dan Pendaftaran silahkan menghubungi:
(021) 92171888, 0812 1990 8555, 0878 8472 1888. BB Pin: 21A2D575
Obsessive Compulsive Disorder (OCD)
Obsessive Compulsive Disorder-OCD merupakan suatu gangguan anxietas di mana pikiran dipenuhi dengan pemikiran yang menetap dan tidak dapat dikendalikan dan individu dipaksa untuk terus-menerus mengulang tindakan tertentu, menyebabkan distress yang signifikan dan mengganggu keberfungsian sehari-hari.
Obsesi adalah pikiran, impuls, dan citra yang mengganggu dan berulang yang muncul dengan sendirinya serta tidak dapat dikendalikan, walaupun demikian biasanya tidak selalu tampak irasional bagi individu yang mengalaminya.
Kompulsi adalah perilaku atau tindakan mental repetitif yang mana seseorang merasa didorong untuk melakukannya dengan tujuan untuk mengurangi ketegangan yang disebabkan pikiran-pikiran obsesif atau untuk mencegah terjadinya suatu bencana. Aktivitas tersebut tidak berhubungan secara realistis dengan tujuan yang ada atau jelas berlebihan.
Obsesif-Compulsive Disorder didefinisikan sebagai berikut:
- Pikiran, impuls, atau gambaran pengalaman terjadi berulang dan terus-menerus pada beberapa waktu selama gangguan, yang mengganggu dan menyebabkan kecemasan dan tidak pantas serta tertekan.
- Pikiran, impuls, atau gambar tidak hanya kekhawatiran tentang masalah kehidupan nyata.
- Orang mencoba untuk mengabaikan atau menekan pikiran, impuls, atau gambar untuk menetralisir mereka dengan beberapa pikiran lain atau tindakan.
- Orang tersebut mengakui bahwa pikiran obsesional, impuls, atau gambar adalah produk dari pikiran sendiri (tidak dipaksakan dari luar, seperti dalam penyisipan berpikir).
Kompulsi didefinisikan sebagai berikut:
- Perilaku berulang (misalnya, mencuci tangan, mengatur, memeriksa) atau tindakan mental (misalnya, berdoa, menghitung, mengulangi kata-kata secara diam-diam) bahwa orang merasa didorong untuk melakukan sesuatu untuk menanggapi obsesinya, atau menurut aturan yang harus diterapkan secara kaku.
- Perilaku atau tindakan mental yang bertujuan untuk mencegah atau mengurangi tekanan atau mencegah suatu peristiwa atau situasi yang ditakuti. Namun, perilaku atau tindakan mental tidak terhubung dalam cara yang realistis dengan apa yang mereka rancang untuk menetralisir atau dilakukan dengan berlebihan.
Prevalensi sepanjang hidup gangguan obsesif-kompulsif berkisar 2,5 persen dan sedikit lebih banyak terjadi pada perempuan dibanding pada laki-laki (Karno & Golding, 1991; Karno dkk., 1988; Stein dkk., 1997). Usia onset gangguan ini tampaknya bimodal, yaitu terjadi sebelum usia sepuluh tahun atau pada akhir masa remaja atau awal masa dewasa (Conceicao do Rosario-Campos dkk., 2001). Pada kasus usia dewasa, gangguan ini sering dialami setelah kejadian yang penuh stres, seperti kehamilan, melahirkan, konflik keluarga, atau kesulitan di pekerjaan (Kringlen, 1970). Gangguan obsesif-kompuksif juga menunjukkan komordibitas dengan gangguan anxietas lain, terutama dengan gangguan panik dan fobia (Austin dkk., 1990), dan dengan berbagai gangguan kepribadian (Baer dkk., 1990; Mavissikalian, Hammen, & Jones, 1990).
Stern dan Cobb (1978) menemukan bahwa 78 persen dari sampel individu kompulsif memandang ritual mereka sebagai “cukup bodoh atau aneh” walaupun mereka tidak mampu menghentikannya.
Sumber: Dari berbagai sumber






